Devotion from Nehemia 6:1-19
Ayat 1 mengatakan bahwa tembok Yerusalem akhirnya berdiri. Pembangunan
sudah hampir selesai dan hanya tinggal pintu-pintu gerbang saja yang
belum dipasang. Sanbalat dan Tobia, yang semula menghina-hina tembok ini
(Neh. 4:2-3) sekarang menjadi begitu gentar karena ternyata tembok itu
dapat berdiri kembali. Sanbalat, yang adalah gubernur Samaria, sangat
membenci keberhasilan Nehemia. Ada dua kemungkinan mengapa dia membenci
pembangunan ini. Yang pertama adalah dia merasa terancam karena
kekuasaan Nehemia mungkin akan menyebar ke daerah utara, tempat di mana
dia sedang memerintah. Jika benar kekuatan perang Israel kembali tumbuh,
maka daerah yang akan lebih dahulu diklaim oleh orang Israel sebagai
miliknya adalah daerah di mana Sanbalat tengah menjadi gubernur, yaitu
Samaria. Atau alasan kedua adalah dia memang membenci orang-orang Yahudi
dan ingin mereka disingkirkan dari tanah Kanaan. Atau mungkin gabungan
dari kedua alasan ini. Intinya Kitab Suci mengatakan bahwa Sanbalat
sangat membenci keberhasilan orang-orang Yahudi. Maka dia mengatur cara
untuk membunuh Nehemia karena Nehemialah kunci kesuksesan orang-orang
Yahudi sejak kedatangan Nehemia menjadi gubernur Yehuda. Mereka mau
menjebak dia untuk menghadiri pertemuan dengan mereka dan dalam
pertemuan itu Nehemia akan dibunuh. Empat kali mereka mengajak Nehemia
bertemu tetapi Nehemia selalu menolak karena dia sedang berkonsentrasi
dalam pembangunan tembok. Kali kelima mereka mulai memberikan ancaman.
Mereka menyatakan bahwa pembangunan tembok Yerusalem sebenarnya akan
dipandang sebagai usaha pemberontakan oleh bangsa Persia. Mereka
mengajak Nehemia bertemu untuk membicarakan bagaimana caranya agar
Persia tidak melihat pembangunan tembok itu sebagai ancaman atas
otoritas mereka. Itu sebabnya mereka berusaha menggiring Nehemia untuk
setuju datang ke pertemuan yang mereka atur agar dapat membunuh Nehemia,
tetapi Nehemia terus menerus menolak bertemu dengan mereka.
Kegagalan untuk mengundang Nehemia tidak membuat mereka berhenti.
Strategi berikut yang mereka pakai adalah memakai nabi palsu, yaitu
Semaya (ay. 10) untuk bernubuat palsu. Dalam nubuat itu dikatakan bahwa
sebaiknya Nehemia berlindung di Bait Suci supaya dia tidak dibunuh. Ayat
10 mengatakan bahwa Nehemia sebaiknya sembunyi di Bait Suci dan
mengunci setiap pintu Bait Suci supaya tidak ada seorang pun yang akan
masuk dan membunuh Nehemia. Ini adalah strategi untuk mempermalukan
Nehemia. Dia akan dianggap sebagai seorang penakut dan berlindung di
tempat yang suci demi keselamatan nyawanya. Nehemia menolak rencana ini
dan mengatakan bahwa masuk ke Bait Suci karena didorong oleh sifat
penakut justru akan mendatangkan kematian. Nehemia tetap mempertahankan
diri dari segala godaan untuk tunduk dan takut kepada
pengancam-pengancamnya.
Bagian terakhir dalam bacaan hari ini, mulai ayat 14-19, dimulai dengan
catatan tentang doa Nehemia kepada Tuhan. Dia terus memohon keadilan
Tuhan bagi orang-orang yang berusaha membunuh dia dan menggagalkan
pekerjaan Tuhan. Ayat 15 menulis bahwa tembok Yerusalem akhirnya
selesai. Musuh-musuh orang Yahudi yang semula menghina usaha ini
sekarang menjadi gentar. Sejarah Yerusalem yang sempat mengalami masa
jaya di bawah pimpinan Daud sekarang seolah bangkit kembali. Ayat 17-19
menunjukkan kesulitan lain yang harus ditangani Nehemia, yaitu banyak
orang besar di Yehuda ternyata adalah orang-orang yang dekat dengan
Tobia, musuh Nehemia. Orang-orang ini menjadi kesulitan tersendiri
karena, berbeda dengan Nehemia, mereka bertindak berdasarkan dorongan
untung rugi pribadi mereka sendiri. Mereka memilih bersahabat dengan
Tobia yang sejak awal telah menunjukkan sikap menentang pembangunan
tembok di Yerusalem.
Untuk direnungkan:
Ancaman demi ancaman yang diterima Nehemia merupakan suatu ujian bagi
Nehemia sekaligus pelajaran bagi kita semua. Siapa yang berpengaruh dan
jujur serta menyatakan siapa Allah di dalam lingkungan kerjanya, dia
pasti akan mendapatkan tentangan dari orang-orang yang korup. Sangat
sulit untuk mempertahankan integritas di tengah-tengah dunia ini.
Lingkungan kita akan membuat kita merasa gentar dan takut untuk
bertindak sesuai dengan pemahaman iman kita. Lingkungan dapat memberikan
ancaman atau pengucilan jika kita tidak mengikuti keinginan mereka.
Kitab Suci sangat memahami pergumulan kita karena pergumulan yang kita
alami di dalam dunia pada zaman ini adalah pergumulan yang juga ada di
dalam dunia Kitab Suci. Zaman modern cenderung membuat pengotak-ngotakan
zaman sehingga seolah-olah apa yang relevan pada zaman ini belum tentu
menjadi pergumulan zaman yang lampau. Setiap zaman sangat sulit memahami
zaman lainnya karena perbedaan yang terlalu dalam ini. Tetapi seorang
pemikir Perancis bernama Michel Foucault menulis di dalam studinya
mengenai sejarah kegilaan dan sejarah seksualitas bahwa apa yang menjadi
permasalahan yang kita hadapi sebenarnya adalah permasalahan yang telah
muncul pada zaman yang lampau, hanya kemasannya saja yang berbeda.
Orang yang kurang tajam akan melihat kemasan dari permasalahan dan
menganggapnya berbeda. Tetapi orang yang tajam akan melihat bahwa di
balik kemasan yang sepertinya berbeda, ternyata ada permasalahan yang
sama. Zaman sekarang manusia melakukan kejahatan menipu orang lain
secara online, melalui email atau sms. Zaman dahulu di mana internet dan
HP belum ada, tentu tidak mungkin ada kejahatan online. Tetapi inti di
balik kemasan “online” itu adalah penipuan, dan itu sudah ada jauh
sebelum internet dan HP ditemukan. Zaman sekarang orang benar yang
berani berbicara, akan diancam atau dikucilkan oleh lingkungan yang
korup. Bagaimana dengan zaman dahulu? Sama. Nehemia tidak dikucilkan,
tetapi diancam akan dibunuh. Ancaman yang menakutkan ini mungkin saja
terjadi pada kita. Jika kita mengusik orang-orang dengan kekuatan dan
kuasa yang besar, maka mungkin kita akan diancam dengan cara yang sama.
Tetapi akankah orang benar bisa dibungkam? Tidak! Nehemia tidak takut
ancaman kematian. Dia tidak takut membela kehormatannya untuk menyatakan
posisi yang benar dan tidak beranjak walaupun harus mati.
Banyak orang begitu ingin cari aman. Termasuk orang-orang Kristen yang
katanya mau melayani Tuhan. Mau melayani Tuhan tetapi tidak mau keluar
dari zona nyaman. Orang-orang seperti ini kalau mendapatkan pengucilan
dari lingkungan pasti segera mengubah pendiriannya. Yang penting
diterima lingkungan. Tidak ada tulang punggung yang kuat menyangga
pendiriannya. Apalagi kalau mendapatkan ancaman kematian. Apakah akan
terus mempertahankan posisi? Ada juga orang yang digoda dengan tawaran
uang dan kenikmatan untuk membungkam suara kebenaran yang harus
disuarakan. Tawaran kenikmatan dan uang, ancaman pengucilan dari
pergaulan, bahkan ancaman mati akan diberikan kepada orang-orang benar
untuk mengubah posisi dan suara kebenaran yang mereka miliki. Ini juga
yang akan terus kita alami di dalam hidup kita jikalau kita memutuskan
untuk hidup dengan benar dan menyuarakan hal yang benar. Akankah kita
kompromikan iman kita? Akankah kita mengubah posisi kita? Akankah kita
berhenti dan menyerah menjalankan panggilan kita? Kiranya Tuhan yang
menguatkan kita untuk tidak mempermalukan diri dan mempermalukan Tuhan
dengan berkompromi dengan dunia ini. Kiranya Tuhan sendiri yang terus
menopang kita tetap setia berjuang demi kebenaran-Nya.
Doa:
Tuhan kuatkan kami. Ketika tawaran menggiurkan dari uang dan kenikmatan
duniawi datang kami akan menganggapnya sampah. Ketika pengucilan dari
lingkungan kami dapatkan kami akan berbahagia di dalam Engkau saja.
Ketika ancaman kematian datang kami tahu bahwa nyawa kami ada di
tangan-Mu ya Tuhan. Kuatkan kami untuk hidup benar dan menyatakan
kebenaran tanpa kompromi. (JP)
- Home
- No Label
- ancaman bagi nehemia